Tips 3 : Base Software Apa Yang Paling Tepat Untuk Dipilih ?

Updated: Feb 15

Banyak Base Software yang ada dipasaran, dan semua nya sangat powerful. Hanya saja tiap software dibuat dengan kegunaan yang berbeda-beda. Memilih base software harus tepat dari awal kita belajar supaya tidak membuang-buang waktu.





Untuk tahap belajar, sangatlah penting menentukan Software yang akan kita gunakan pada tahapan awal ini, karena lebih baik diawal ini tetap menggunakan 1 – 2 software saja terlebih dahulu, setelah itu bisa di tingkatkan ke software yang lain bila diperlukan.

Seperti yang sudah saya info kan di blog sebelumnya, software sendiri dibagi menjadi 4 kategori, yaitu :

  1. Base Software/Software Dasar

  2. Render Engine

  3. Plugins Software

  4. Post Production Software

Base Software akan menjadi platform anda untuk bekerja terutama untuk modeling dan texturing. Ada beberapa software yang biasa dipakai di industri architectural visualization ini, dan kali ini saya akan membahas kurang lebih 7 Base software.




1. Blender


Blender merupakan base software yang gratis, namun gratis bukan berarti murahan, blender memiliki fitur-fitur yang sangat lengkap yang bisa dipakai hingga tahap mahir. Saya pribadi sangat merekomendasikan menggunakan blender untuk tahap belajar diawal. Kualitas modeling nya juga sangat bisa disejajarkan dengan software bebayar seperti 3DSMAX, Maya maupun Cinema 4D. Modeling di blender tidak hanya model dasar, tapi bisa juga sampai model yang paling rumit sekalipun.


Blender ini juga selalu di update dengan menambahkan fitur-fitur baru ataupun membenahi bug yang ada. Dan bagus nya lagi, Blender ini juga memberikan fasilitas render engine Blender cycles yang juga gratis.



Sumber : scssoft.com



Sumber : CG Cookies


Bisa dilihat hasil nya menggunakan blender, tidak kalah dengan software bebayar lain nya. Detail nya sungguh mengagumkan. Sangat direkomendasi untuk belajar awal menggunakan blender.



2. Sketchup


Sketchup adalah base software yang cukup powerful, sangat cepat dipelajar, terutama untuk modeling dasar, dan cara kerja sketchup pun membuat kita bisa bekerja lebih cepat dan effisien. Sangat banyak digunakan oleh para arsitek dan interior designer karena mempercepat proses pembuatan sehingga mereka bisa focus kepada study bentuk dan design nya.


Sedikit kelemahan dari Sketchup adalah bila ingin membuat model yang bulat dan komplek, perlu menggunakan plugin tambahan, tapi akan memperberat kinerja karena sebenarnya sketchup memang dibuat sesederhana mungkin. Sketchup merupakan software gratis untuk yang versi sederhana, untuk versi yang pro harus beli lisensi pertahun. Sketchup juga sangat direkomendasikan untuk digunakan untuk proses belajar diawal.



Sumber : 3D Warehouse


Walaupun bentuk seperti kartun, tapi modeling menggunakan sketchup bisa menggunakan ukuran yang cukup akurat, dan kita bisa berjalan masuk kedalam bangunan layaknya main game. Ini sangat mempermudah para arsitek dan interior design untuk mempelajari bentuk dari design yang mereka buat dan sangat mudah untuk mengomunikasikan design kepada klien mereka dengan sangat cepat.



3. Autodesk 3DSMAX

3DSMAX merupakan software bebayar yang bisa dikatakan cukup mahal bila kita pakai untuk proses awal belajar. Software ini sangat banyak digunakan di industry architectural Visualization karena sudah terkenal sejak lama, dan banyak 3D model yang siap di gunakan baik gratis maupun bebayar, sehingga memudahkan para pengguna 3DSMAX untuk bekerja. Dan begitu pula banyak plugin software yang sangat powerful yang hanya dikembangkan untuk 3DSMAX ini.


Sumber : Ralph Sutter


Dari gambar di atas, kita bisa lihat bahwa detail di 3DSMAX bisa terlihat sangat detail, gremlin yang ada di gambar diatas adalah 3D model, bukan render.




4. Autodesk Maya

Maya juga merupakan produk dari Autodesk, yang harga nya cukup mahal, dan banyak digunakan oleh produksi animasi. Jarang sekali 3D artist di Industri Architectural Visualization menggunakan software ini. Maya bisa dikatakan spesialis di animasi karena untuk rigging (menggerakan karakter) lebih advanced dari pada 3DSMAX dan fitur dari Maya membuat objek juga ikut berubah saat ada gerakan tertentu seperti tangan yang di tekuk, maka kulit di daerah sikut juga ikut berubah secara natural.


Sumber : APKPURE


Walaupun lebih banyak dipakai oleh animasi, bukan berarti tidak bisa dipakai untuk architectural Visualization. Ada beberapa artist archviz yang menggunakan MAYA juga.




5. Maxon Cinema 4D

Cinema 4D sangat powerful untuk modeling dan bisa dikatakan paling ringan dalam hal navigasi viewportnya dibandingkan platform yang lain, dan banyak juga 3D model yang di jual untuk platform ini, sehingga banyak dipakai juga oleh 3D artist di dunia Architectural Visualization ini. Di Indonesia sendiri masih sangat jarang yang menggunakan Cinema 4D. Dari segi harga juga tidak semahal 3DSMAX.

Sumber : Helloluxx


Sumber : Animation World Network


Banyak juga render engine yang dibuat di 3DSMAX juga dikembangkan di Maxon Cinema 4D ini, antara lain seperti VRay dan Corona Renderer.




6. Rhinoceros


Rhino sangat mirip dengan sketchup, akan tetapi sangat powerful karena untuk modeling, ukuran yang dipakai di Rhino bisa sangat akurat. Harga juga tidak terlalu mahal. Hanya saja jarang yang menggunakan Rhino karena susah sekali untuk di export ke platform lain. Klien dari 2G Studio beberapa ada juga yang pakai rhino, dan 3D Model nya bagus dan detail.


Sumber : Rhino3d.com


Sumber : APK PURE




7. ZBrush

ZBrush banyak digunakan untuk membuat modeling karakter manusia, hewan, monster. Bisa dikatakan hampir tidak ada yang menggunakan software ini untuk Architectural Visualization, akan tetapi banyak objek yang bisa dikerjakan di Z-Brush seperti membuat batu yang detail, patung yang detail, kemudian export ke platform yang lain. Untuk modeling organic, Z-Brush sangat ringan dibagian navigasinya.



Sumber : Sangnila Academy



Sumber : uniz


Seperti yang terlihat di 2 gambar diatas, hasil modeling nya begitu detail dan akurat, untuk navigasi viewport nya dengan poly yang begitu detail, sangat ringan bila dibandingkan dengan 3DSMAX.


Saran yang bisa saya berikan adalah belajarlah menggunakan Blender terlebih dahulu, karena nanti nya bila sudah banyak pekerjaan, kemungkinan besar kita akan menggunakan 3DSMAX karena banyaknya pre made model yang siap pakai dan banyak software pendukung yang sangat powerful yang dikembangkan hanya untuk 3DSMAX yang sangat membantu Anda mempercepat proses pekerjaan.


Modeling di 3DSMAX tidak jauh-jauh dari Blender, yang diperlukan hanyalah adaptasi control mouse dan keyboard saja, setelah beradaptasi, Anda tidak akan menemui masalah untuk modeling nya. Dan modeling di blender pun bila di export ke 3DSMAX hasilnya sempurna, bisa dipakai sebagai editable poly tanpa mengalami masalah sedikitpun. Jadi bila Anda tetap ingin modeling di blender kemudian diexport ke 3DSMAX untuk tahap texturing, shaders dan rendering, Anda tidak akan menemui masalah sama sekali.

Bisa juga belajar diawal menggunakan sketchup, bahkan banyak sekali orang yang modeling di sketchup kemudian di export ke 3DSMAX karena modeling di sketchup sangat cepat dan menghemat waktu, hanya saja sedikit kendala karena model dari sketchup merupakan editable mesh, bukan editable poly, bila dipaksa di convert ke editable poly, banyak masalah terutama dibagian round corner nya. Bila round corner dibuat di sketchup kemudian di export ke 3DSMAX, nanti saat menggunakan 3DSMAX nya akan menjadi sangat berat. Saya adalah salah satu artist yang menggunakan sketchup untuk tahap belajar, selama Anda tidak dimanjakan dengan sketchup dan tetap mau belajar modeling di blender ataupun di 3DSMAX, karena belajar 3D model organic akan sangat mempermudah kita dalam pekerjaan. Dengan mempelajari 3DSMAX juga akan mempermudah kita bila bekerja nanti nya, karena banyak pengguna 3DSMAX, sehingga kita tidak akan mengalami kendala yang berarti dalam tukar menukar file apabila anda bekerja sama dengan orang lain.


Apabila Anda sudah memahami cara membuat model sampai tahap modeling organic, software yang sangat saya anjurkan untuk dipelajari adalah Z-Brush, karena software ini sangat powerful untuk membuat model organic seperti karakter manusia, monster, batu, apapun itu, yang nanti nya akan mempermudah pekerjaan Anda di dunia Architectural Visualization atau bahkan membuka jalan baru untuk Anda di dunia game dan animasi.


0 views