Tips 4 : Render Engine Apa Yang Cocok Untuk Pemula ?

Updated: Feb 15

Blog kali ini akan membahas tentang render engine yang dipakai untuk bisa menghasilkan visual yang photorealistic. Render Engine sendiri sebenar nya merupakan plugin software, akan tetapi sengaja saya pisahkan supaya tidak terlalu membingungkan.



Render engine ada banyak, baik yang gratis maupun bebayar. Bahkan saat saya menulis blog ini, ada banyak sekali render engine gratis yang sedang beredar saat ini sehingga tidak mungkin saya sebutkan satu persatu. Anda bisa menggunakan render engine apapun, untuk permulaan, saya akan menganjurkan menggunakan render engine yang gratis. Render engine apapun, logika kerja nya kurang lebih sama jadi nanti nya mau ganti render engine kita ga akan mengalami kendala yang berarti. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu di pertimbangkan saat memilih render engine gratis ataupun bebayar, yaitu :

  1. Brapa lama render engine tersebut sudah di kembangkan ? Apabila render engine tersebut baru saja launching apalagi yang gratis, saran saya untuk tidak langsung dipakai, karena takut diskontinu, lebih baik memakai yang sudah dikembangkan sejak lama, karena inti nya jangan sampai kita ini membuang waktu hanya untuk software gratis tapi yang baru dikembangkan. Untuk coba-coba tidak masalah, tapi jangan terlalu focus di software baru hanya karena gratis.

  2. Apakah render engine tersebut di update ? Hal ini penting juga karena dengan adanya versi update, baik itu versi gratis ataupun bebayar, kita tahu bahwa developer nya masih konsisten untuk mengembangkan software nya.

  3. Apakah render engine tersebut banyak tutorial di youtube ? BIla banyak tutorial di youtube yang menggunakan render engine tersebut, itu akan sangat mempermudah kita untuk belajar apalagi sebagai seorang pemula. Bila sedikit tutorial diyoutube, maka itu akan menghambat kita untuk belajar dan tentunya kita mau memaksimalkan dan mengoptimalkan waktu yang kita punya.

  4. Apakah render engine tersebut memiliki render pass/render element ? Renderpass / render element ini sangat penting untuk tahap produksi, dengan adanya renderpass ini, kita bisa meningkatkan kualitas render kita saat di post production bahkan mempermudah kita melakukan koreksi bila ada yang salah. Daripada kita harus merender ulang dari awal, akan lebih baik kalau bisa kita lakukan di post production karena jauh lebih menghemat waktu. Contoh paling mudah adalah bila dirasa refleksi kaca nya kurang, kita bisa menambahkan dengan mudah dan cepat, bahkan tidak sampai 5 menit bila kita gunakan renderpass di tahap post production.

Render engine ada yang menggunakan kekuatan processor dari computer kita yang biasa kita kenal dengan nama CPU, dan ada juga yang menggunakan kekuatan processor dari Graphic Card yang biasa kita kenal dengan GPU. Saya lebih menyarankan menggunakan CPU karena CPU lebih tergantung dari RAM yang kita pasang, bila kurang kita bisa tambahkan, tapi bila menggunakan GPU, kita sangat bergantung dari RAM dari GPU itu sendiri dan kita tidak bisa menambahkan RAM GPU nya. Dan GPU yang RAM nya tinggi harga nya sangat mahal.

Di bawah ini adalah beberapa render engine yang banyak digunakan oleh 3D artist di dunia Architectural Visualization.


1. Blender Cycles


Render engine ini sudah tersedia langsung saat kita menggunakan blender, dan hasilnya sangat powerful, tidak kalah dengan render engine bebayar lain nya. Blender cycles ini juga bisa menggunakan CPU ataupun GPU.

Sumber : Evermotion


Artist : Sun Burn


Seperti yang Anda lihat, hasil render nya blender cycles benar-benar menjanjikan untuk sebuah render engine yang gratis, dan blender cycles juga memiliki renderpass yang cukup lengkap yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan kualitas gambar di tahap post production.


2. VRay


VRay adalah render engine yang bisa dikatakan sangat merajai di dunia architectural visualization karena sudah dikembangkan sejak lama. VRay sendiri tersedia untuk sketchup, 3DSMAX, Cinema 4D, Autodesk Maya, Rhino, Revit. Dan VRay juga ada versi untuk Blender. Dari segi harga, VRay cukup mahal, hanya VRay for Blender yang gratis.Sebanding dengan kualitas dan flexibilitas nya. VRay juga bisa menggunakan CPU ataupun GPU. VRay juga merupakan render engine dengan flexibilitas yang luar biasa dibandingkan render engine yang lain. Renderpass paling lengkap dari semua render engine. Industry perfilman Hollywood banyak menggunakan VRay.


Image Credit : 2G Studio

3. Corona Renderer


Corona Renderer adalah salah satu render engine yang sangat fenomenal karena sangat mirip dengan VRay dan pemakaian nya lebih mudah dari VRay. Saya sangat merekomendasikan Corona renderer ini karena sangat cepat dan hasil nya keren sekali. Banyak 3D Artist dan perusahaan di dunia Architectural Visualization ini yang menggunakan Corona Renderer saat ini dan harga Corona renderer tidak terlalu mahal dan menggunakan system subscription atau langganan bulanan, bila kita ingin berhenti, kita bisa berhenti kapanpun juga. Untuk sementara ini Corona masih menggunakan CPU.


Image Credit : 2G Studio




4. Octane Render


Render engine ini cukup terkenal juga dikalangan 3D Artist di Industry Architectural Visualization karena menggunakan GPU saja. Harga octane render juga tidak terlalu mahal dibandingkan VRay.





Image Credit : Alex Pluta


Image Credit : Bartek Peksa


Saya pribadi akan tetap menyarankan Anda untuk focus kepada render engine yang menggunakan CPU dibandingkan GPU untuk sementara ini. Karena nanti nya semakin besar proyek yang kita kerjakan, GPU akan memiliki limit nya sendiri, dan mau tidak mau kita menggunakan CPU.

Software yang sangat saya sarankan bagi Anda yang ingin memulai di dunia 3D Architectural Visualization adalah belajar menggunakan blender cycles terlebih dahulu kemudian apabila sudah mengerti, bisa mulai belajar menggunakan corona renderer saat sudah mulai menggunakan 3DSMAX. Corona Renderer sendiri memiliki free trial selama 45 hari tanpa ada limitasi.


0 views