top of page

Importance of Layers in 3Ds Max


Like most 2D and 3D software, 3DS Max also has layers. At 2G Studio, we group objects in each scene we work on. This has become a fundamental rule in the professional world because it can significantly improve work efficiency.


Seperti halnya pada software 2d maupun 3d pada umumnya, 3DS Max juga mempunyai layer.

Kami di 2G Studio juga mengelompokkan objek-objek dalam setiap scene yang kami kerjakan. Dan hal ini sudah menjadi aturan paling dasar dalam dunia profesional, karena tentu hal ini dapat meningkatkan efisiensi kerja.


After all, no one wants to work in a messy file, right?


Bagaimanapun, tidak ada yang mau bekerja dalam sebuah file yang berantakan, bukan?


Every company has a different layer system, and there's nothing wrong with that. What's wrong is when we let our scenes become disorganized without using layers at all.


Setiap perusahaan mempunyai sistem layer yang berbeda-beda. Tidak ada yang salah dengan itu. Yang salah adalah ketika kita membiarkan scene kita berantakan tanpa menggunakan layer sama sekali.


So, there's no definitive standard for determining the layering system in our scenes. What's important is that it aligns with the workflow of the company we work for or our personal preferences (for freelancers).


Jadi, tidak ada patokan yang pasti dalam menentukan sistem layering pada scene kita. Yang penting sesuai dengan workflow perusahaan tempat kita bekerja ataupun pribadi kita masing-masing(bagi para freelancer).



3dsmax layer

Below is an example of our layer system at 2G Studio.


Di samping ini merupakan contoh sistem layer kami di 2G Studio.


With organized and specific layers like the example below, we can enhance efficiency when working on a scene.


Dengan layer yang rapi dan spesifik seperti contoh di samping, kita bisa meningkatkan efisiensi dalam bekerja pada sebuah scene.


For instance, when applying glass materials to all glass objects in the scene, we can select the BLD GLASS, BLD - GLASS BALUSTRADE, and ENVI - GLASS layers as shown.


Contoh, bila kita akan memberi material kaca pada semua glass yang ada pada scene - kita bisa pilih layer BLD GLASS, BLD - GLASS BALUSTRADE dan ENVI - GLASS sesuai layer di samping.


This allows us to texture more quickly because we can select objects through layers and isolate them, rather than having to pick each object one by one.


Dengan itu, kita dapat melakukan texturing dengan lebih cepat karena dapat meng-select objek melalui layer dan isolate objek-objeknya, dari pada kita harus memilih objek satu per satu.


Conversely, a scene with a messy layer structure will make us work longer, and it might even ruin our mood before starting a job.


Sebaliknya, scene dengan layer yang kacau akan membuat kita bekerja lebih lama, bahkan mungkin merusak mood kita sebelum memulai suatu pekerjaan.


If you enjoyed this blog, let's explore our other blogs to delve deeper into the world of 3D rendering! Visit our blog by clicking the button below!


Jika kalian menyukai blog ini, mari melihat blog kami lainnya untuk lebih mendalami ilmu 3d render mu! singgah ke blog kami di tombol dibawah!


15 views0 comments
bottom of page