• Reinaldo Handaya

Tips 2 : 4 Langkah Penting Untuk Memulai di Dunia Architectural Visualization Bagi Seorang Pelajar

Updated: Apr 27

Setelah membaca blog sebelum nya tentang bagaimana cara mendapatkan income tambahan di dunia 3D Architectural Visualization ini. Nah sekarang pertanyaannya adalah langkah apa saja sih yang perlu di persiapkan oleh seorang pemula untuk mulai bisa mendapatkan income tambahan ?




Langkah 1 : Belajar

Waduh, kalau ini ya semua orang tahu. Lho ya iya, kalau mau mulai trus ga belajar mau gimana? Nah sekarang yang paling penting adalah tahu harus mulai belajar dari mana dan apa dulu kan?


Ada banyak software yang bisa dipakai untuk membuat visualisasi yang bagus, tapi tidak semua software bisa dipakai untuk Architectural Visualization. Setidaknya, software bisa dibagi menjadi 4 kategori. Yaitu :


  1. Base Software/Software dasar

  2. Render Engine

  3. Plugin Software

  4. Software post production


Note : Pembahasan tentang software-software diatas akan saya ulas di blog yang berbeda.




Base Software / Software dasar

Software dasar ini adalah software yang akan menjadi platform Anda untuk bekerja terutama modeling dan texturing. Beberapa software dasar yang biasa di pakai oleh 3D Artist di dunia Architectural Visualization adalah :

  1. Blender

  2. Trimble Sketchup

  3. Autodesk 3DS MAX

  4. Autodesk Maya

  5. Cinema4D

  6. Rhino

  7. Z Brush


Render Engine Render engine adalah software yang dipakai untuk bisa menghasilkan visual yang photorealistic. Beberapa render engine yang banyak digunakan oleh 3D artist di dunia Architectural Visualization adalah :

  1. Blender cycles

  2. VRay

  3. Corona Renderer

  4. Octane Render


Plugins Software Plugin software merupakan software yang perlu di install terpisah karena di develop oleh pihak ketiga, untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan kita, beberapa plugins yang terkenal dan powerful sekali terbanyak ada di platform 3DSMAX, antara lain :

  1. Advanced Painter

  2. CG Source Floor Generator

  3. Itoo Software Forest Pack Pro

  4. Itoo Software Railclone

  5. Vizpark Wall & Tiles

  6. Exlevel Grow Fx



Post Production Software

Software terakhir adalah Software post production, software ini digunakan untuk meningkatkan kualitas hasil render dan bisa digunakan untuk melakukan revisi tanpa harus di render ulang. Software yang terkenal antara lain :

  1. Adobe Light Room

  2. Adobe Photoshop

  3. Adobe After Effect

  4. Affinity

Setelah menentukan platform nya, saya menyarankan untuk belajar sesuai tahapan ini, karena ini yang sudah kita praktekan di 2G Studio, yaitu :

  1. Modeling dasar seperti membuat dinding, pintu, yang bisa dikategorikan bentuk kotak dasar dulu. Latih sampai benar-benar bisa mengerjakan dengan cepat dan efisien.

  2. Texturing dasar karena ini adalah point penting untuk membuat sebuah hasil karya yang realistic, salah ukuran pasti akan terlihat tidak natural, dan semua orang yang melihat akan tahu bahwa itu salah. Bisa dimulai dengan belajar UVW map dasar terlebih dahulu.

  3. Shaders/material, harus sering latihan sampai hasil nya bisa terlihat natural, tidak perlu terlalu advanced dulu, pakai cara sederhana dulu, asal terlihat natural sudah ok.

  4. Lighting dasar, menggunakan sky dan sun dulu, pahami dengan benar karakter sky dan sun ini kemudian belajar tentang bentuk2 lighting lain nya.

  5. Modeling environment seperti ground, tanah kontur, jalan, pedestrian, karena ini adalah bentuk dasar dan selalu ada hampir disetiap proyek render arsitektural

  6. Modeling organic seperti kursi, sofa, Karena objek2 yang organic begini yang bisa menjadi nilai tambah kita supaya orang lain memilih kita

  7. Landscape (penataan tanaman dan pohon environment), sementara bisa menggunakan model yang sudah jadi terlebih dahulu (pre made model) yang perlu dilatih adalah cara menata tanaman supaya tidak terlihat berulang, dan menata pohon supaya terlihat menarik, tidak semua pohon bisa terlihat bagus dari satu sisi, harus di coba diputar-putar supaya terlihat bagus.

  8. Post Production seperti brightness & contrast, curve, level, color balance, adalah Teknik dasar yang sangat perlu di pelajari, terlihat sederhana, tapi sangat powerful untuk membuat hasil karya kita terlihat lebih bagus.



Langkah 2 : Berlatih

Setelah Anda menentukan platform nya, tahap berikutnya ya latihan, disini tantangan nya diawal, ibarat main game, awal-awal pasti masih berusaha adaptasi dengan semua menu dan cara main nya dan pasti susah, tapi karena emang benar-benar ingin main, maka semua menu dipelajari dan terus latihan supaya semua udah terbiasa dan luar kepala.


Begitupula dengan 3D, awal-awal emang mengalami banyak tantangan. Cari video di youtube tentang modeling basic menggunakan platform yang sudah Anda pilih. Latih lah terus, jangan mudah menyerah. Saat Anda frustasi, dan ingin menyerah, selalu ingatlah impian anda dan mengapa Anda mulai memilih berkembang di dunia 3D Archviz ini. Semakin sering salah saat belajar, semakin baik, karena kita selalu belajar dari kesalahan, saat pernah mengalami kesalahan dan sudah menemukan solusinya, ini akan berguna di kemudian hari apabila menemukan kasus yang sama, kita sudah tahu solusi nya apa. Ingatlah bahwa berlian pun harus mengalami proses yang luar biasa menyakitkan. Semua orang hebat sebelum nya pasti seorang amatir yang banyak melakukan kesalahan. Inti nya, melakukan kesalahan itu wajib, supaya kita bisa tau solusi terbaik nya. Lebih baik melakukan sesuatu tapi salah kemudian kita cari solusinya, daripada diam karena takut berbuat salah, karena tidak akan pernah melakukan apa apa.



Langkah 3 : Menyusun Portfolio


Portofolio ini adalah ibarat nya kartu nama anda, karena semua orang yang menghubungi Anda, sebagian besar pasti sudah melihat hasil karya anda. Portofolio tidak boleh sembarangan, kualitas harus ok, setidaknya sesuai dengan target market Anda, bila target market nya mahasiswa, sesuaikan dengan kualitas mahasiswa. Tapi jangan sampai jelek juga. Sebagai pemula, yang bisa saya sarankan adalah jangan selalu unggah kerjaan anda yang terlalu basic kecuali ingin tanya pendapat di group group pecinta 3D di facebook. Jangan di group lainnya. Setelah mendapatkan banyak masukan, coba di perbaiki lagi dan di unggah lagi untuk minta masukan berikut nya. Setelah dirasa bagus, barulah kita jadikan portofolio.





Langkah 4 : Take Action!

Setelah memiliki portofolio yang ok, mulailah aktif di group group arsitek ataupun interior design untuk supaya bisa dikenal, begitupula bila di kampus, bisa bersosialisasi dengan teman-teman kampus, dan bisa sebar flyer supaya dikenal. Dan pastikan Anda bisa kerjakan dengan cepat dan bertanggung jawab, hargai deadline. Dari situ Anda akan semakin dikenal dikalangan mahasiswa. Ingatlah Done is better than perfect. Walau kualitas masing sedang-sedang saja, setidaknya Anda sudah harus mulai bergerak supaya mulai di kenal orang, karena sebagus apapun karya Anda, tapi bila tidak ada yang mengenal, tidak akan orang yang menghubungi kita. Akhir kata, selalu semangat dan terus mencoba!


53 views