Tips 8 : Cara Menyusun Portofolio Bagi Pemula

Updated: Feb 15

Portofolio adalah ibarat kartu nama digital Anda. Semua orang yang akan memakai jasa yang Anda tawarkan, akan selalu menanyakan portofolio Anda terlebih dahulu untuk memastikan apakah Anda adalah orang yang tepat.



Semua orang pasti punya keinginan untuk mendapatkan income tambahan secepatnya, akan tetapi jangan sampai karena saking ngebetnya nih, Anda langsung menyusun portofolio yang asal-asalan. Portofolio pun harus terlihat indah untuk dilihat. Tentunya harus hasil karya anda sendiri. Dan hal yang ga kalah penting nya adalah cara penyajian portfolio Anda, bagaimana cara Anda mempresentasikan portofolio Anda itu sangat penting.



Image Credit : 2G Studio


Bila Anda ahli di modeling, dan ingin menawarkan jasa modeling anda terlebih dahulu, buat lah modeling furniture ataupun aksesories yang menurut anda menarik, setelah dimodeling dengan detail, beri texture dan lighting yang bagus sehingga enak dilihat, jangan hanya raw model yang anda perlihatkan, karena raw model saja tidak akan terlihat menarik. Misalkan Anda ingin memperlihatkan arm chair yang Anda model, buat lah scene interior yang kecil saja, letakan Arm Chair nya di sudut ruangan, dan render sebaik mungkin.



Sumber : Design Connected


Apabila Anda belum terlalu ahli dalam interior, gunakan saja background putih atau hitam, yang penting 3D Model anda terlihat bagus dan tidak belepotan.




Image Credit : 2G Studio


Bila anda suka render interior, carilah referensi foto interior (foto asli) di internet yang design nya cantik, kemudian buat lah render interior semirip mungkin dengan foto referensi




Image Credit : 2G Studio


Begitu pula bila anda suka dengan render exterior, carilah foto arsitektur yang bagus, jangan yang terlalu sederhana, Sebisa mungkin jangan render rumah tipe 45, karena tidak pernah terlihat menarik. Bangunan 1 lantai tidak masalah asal design nya menarik. Carilah bangunan yang agak tinggi, sekitar 2 – 5 lantai. Buatlah render exterior yang benar-benar mirip dengan foto referensi nya.



Jangan hanya membuat 1 – 2 render sebagai portofolio. Setidak nya anda membuat 5. Ambil contoh anda suka render interior buat lah render 5 ruangan interior yang berbeda. Kamar Utama, Kamar mandi, ruang keluarga, Kitchen area, dll. Jangan 1 ruangan saja kemudian di render dengan 5 kamera yang berbeda. Ini tidak menarik. Tapi apabila 1 ruangan anda bisa render setidak nya 3 kamera, dengan membuat 5 ruangan tersebut, anda memiliki 15 gambar. Ini sudah lumayan meyakinkan orang untuk mempercayakan pekerjaan kepada Anda.


Buatlah folder khusus hasil render Anda di photo galery Smartphone supaya Anda bisa langsung tunjukan saat tatap muka. Di 1 folder supaya terlihat terorganisir, jangan sampai saat menunjukan hasil render Anda ke orang lain, Anda masih bingung mencari dimana lokasi hasil render nya. Terlihat tidak terorganisir membuat orang takut untuk mempercayakan pekerjaannya kepada Anda.


Untuk online portofolio, Anda bisa mengunggah hasil karya Anda di beberapa website dibawah ini, sehingga diawal ini Anda tidak perlu membuat website sendiri.

1. CG Architect

2. Behance


Dengan mengunggah hasil karya Anda di website-website diatas, Anda hanya perlu memberikan link nya kepada calon pembeli Anda sehingga mereka bisa lihat langsung saat itu juga. Website tersebut otomatis sudah menyusun portofolio Anda dengan rapi.


333 views