top of page
  • admin

Fireflies in 3D Rendering: Causes and Solutions


photorealistic 3d render

Achieving photorealistic images has been the ultimate goal for artists and designers. However, the path to perfection is not without its challenges. One such obstacle that frequently plagues the world of CGI is the phenomenon of "fireflies." Contrary to the natural luminescence of their namesake, fireflies in 3D rendering refer to irksome artifacts that can mar the visual quality of a rendered scene. In this blog, we'll delve into what fireflies are, explore the scenarios in which they occur, and unlock the secrets to mitigating these pesky pests.


Mencapai gambar-gambar yang fotorealistik telah menjadi tujuan utama bagi para seniman dan desainer. Namun, jalan menuju kesempurnaan tidaklah tanpa tantangan. Salah satu hambatan yang sering kali mengganggu dunia CGI adalah fenomena ""fireflies"" (fireflies). Berbeda dengan cahaya alami dari namanya, "fireflies" dalam 3D rendering mengacu pada artefak yang menjengkelkan dan dapat merusak kualitas visual dari suatu adegan yang di-render. Dalam blog ini, kita akan membahas apa itu "fireflies", mengeksplorasi situasi-situasi di mana mereka muncul, dan mengungkap rahasia untuk mengurangi masalah yang menyebalkan ini.


What are Fireflies in 3D Rendering?

Apa itu "fireflies" dalam 3D Rendering?



In the context of 3D rendering, fireflies are unsightly bright specks or pixels that appear in the final rendered image. These artifacts manifest as glaring white dots or streaks that seem to float inexplicably across the scene. Fireflies often appear in scenes with complex lighting interactions, such as those involving bright highlights, reflections, and refractions. They arise due to limitations in the rendering algorithms that are responsible for simulating how light interacts with surfaces in the scene.


Dalam konteks 3D rendering, "fireflies" adalah titik terang atau piksel terang yang muncul dalam gambar akhir yang di-render. Artefak ini muncul sebagai titik-titik putih atau garis-garis terang yang terlihat melayang-layang di seluruh adegan. "fireflies" sering muncul dalam adegan dengan interaksi cahaya yang kompleks, seperti sorotan terang, refleksi, dan refraksi. Mereka muncul akibat keterbatasan dalam algoritma rendering yang bertugas mensimulasikan bagaimana cahaya berinteraksi dengan permukaan di dalam adegan tersebut.


Scenarios When Fireflies Occur

Situasi-Situasi di Mana "fireflies" Muncul


Low Sample Counts:

Jumlah Sampel yang Rendah:


In ray-traced rendering techniques like path tracing or global illumination, rays of light are traced through pixels to simulate realistic lighting. When the number of rays or samples is insufficient, the renderer may fail to converge accurately, leading to fireflies.


Dalam teknik rendering berbasis ray-tracing seperti path tracing atau global illumination, sinar-sinar cahaya dilacak melalui piksel-piksel untuk mensimulasikan pencahayaan yang realistis. Ketika jumlah sinar atau sampel tidak mencukupi, renderer mungkin gagal untuk mencapai konvergensi yang akurat, sehingga menyebabkan munculnya "fireflies".


Specular and Transparent Surfaces:

Permukaan Spekuler dan Transparan:


Materials such as glass, water, or polished metals involve intricate combinations of reflection and refraction. The complex light paths associated with these materials can exacerbate fireflies.


Bahan-bahan seperti kaca, air, atau logam yang dipoles melibatkan kombinasi yang rumit antara refleksi dan refraksi. Jalur cahaya yang kompleks yang terkait dengan bahan-bahan ini dapat memperburuk munculnya "fireflies".


High Contrast Scenes:

Adegan dengan Kontras Tinggi:


Scenes featuring extreme variations in brightness, like intense light sources casting deep shadows, are particularly prone to fireflies.


Adegan yang menampilkan variasi kecerahan yang ekstrem, seperti sumber cahaya yang intens yang menciptakan bayangan-bayangan dalam, rentan terhadap munculnya "fireflies".


HDR Lighting:

Pencahayaan HDR:


High Dynamic Range (HDR) lighting setups, while capable of producing stunning visual results, can also introduce fireflies due to the wide range of intensities involved.


Penyusunan pencahayaan High Dynamic Range (HDR), meskipun mampu menghasilkan hasil visual yang memukau, juga dapat menyebabkan munculnya "fireflies" karena rentang intensitas yang luas yang terlibat.


Solutions to Tackle Fireflies

Solusi-Solusi untuk Mengatasi "fireflies"


Increasing Sample Counts:

Meningkatkan Jumlah Sampel:


One of the primary solutions to combat fireflies is to increase the number of samples or rays used in the rendering process. More samples allow the renderer to better approximate the intricate lighting interactions, resulting in a smoother and less noisy image. However, increasing sample counts can significantly impact rendering times, making it a trade-off between quality and time efficiency.


Salah satu solusi utama untuk mengatasi "fireflies" adalah dengan meningkatkan jumlah sampel atau sinar yang digunakan dalam proses rendering. Lebih banyak sampel memungkinkan renderer untuk lebih mendekati interaksi cahaya yang rumit, menghasilkan gambar yang lebih halus dan kurang berisik. Namun, peningkatan jumlah sampel dapat berdampak signifikan pada waktu rendering, sehingga menjadi pengorbanan antara kualitas dan efisiensi waktu.


Denoising Techniques:

Teknik Denoising:

Denoising algorithms offer an effective post-processing solution to reduce fireflies. These filters analyze the rendered image and smooth out noise and artifacts, including fireflies. Denoising can save time and resources compared to rendering with high sample counts. However, it may also lead to some loss of fine details and sharpness in the final image.


Algoritma-algoritma denoising menawarkan solusi pascaproses yang efektif untuk mengurangi "fireflies". Filter-filter ini menganalisis gambar yang telah di-render dan menyamarkan noise dan artefak, termasuk "fireflies". Denoising dapat menghemat waktu dan sumber daya dibandingkan dengan rendering dengan jumlah sampel yang tinggi. Namun, hal ini juga dapat menyebabkan beberapa hilangnya detail halus dan ketajaman dalam gambar akhir.


Clamp Values:

Penyekatan Nilai:


Implementing value clamping can help prevent extreme light contributions that lead to fireflies. By setting a limit on the maximum brightness value, the renderer avoids excessively bright pixels that would otherwise appear as fireflies. However, clamping values too aggressively might cause a loss of contrast and dynamic range in the scene.


Menerapkan penyekatan nilai dapat membantu mencegah kontribusi cahaya yang ekstrem yang menyebabkan munculnya "fireflies". Dengan menetapkan batas nilai kecerahan maksimum, renderer menghindari piksel-piksel yang terlalu terang yang sebaliknya akan muncul sebagai "fireflies". Namun, penyekatan nilai terlalu agresif dapat menyebabkan hilangnya kontras dan rentang dinamis dalam adegan.


Improved Lighting and Scene Setup:

Perbaikan Pencahayaan dan Penyusunan Adegan:



Crafting a balanced lighting setup can help reduce the occurrence of fireflies. Adjusting the intensity and placement of light sources, using physical-based lighting models, and optimizing the materials can all contribute to a more stable rendering without compromising visual quality.


Membuat penyusunan pencahayaan yang seimbang dapat membantu mengurangi munculnya "fireflies". Menyesuaikan intensitas dan penempatan sumber cahaya, menggunakan model pencahayaan berbasis fisik, dan mengoptimalkan bahan-bahan dapat berkontribusi pada rendering yang lebih stabil tanpa mengorbankan kualitas visual.



In the ever-evolving world of 3D rendering, the challenge of fireflies remains an intriguing enigma. As artists and technologists strive for ever more realistic and visually stunning results, understanding the causes and solutions to fireflies becomes crucial. By increasing sample counts, leveraging denoising techniques, clamping values, and refining lighting and scene setups, we can tame these pesky artifacts and bring our digital worlds to life without compromising on quality or efficiency. As technology advances, the day may come when fireflies are no more than a distant memory, and CGI takes yet another leap towards unparalleled realism. Until then, let us embrace these challenges as opportunities to grow and evolve in our creative pursuits.


Di dalam dunia 3D rendering yang selalu berkembang, tantangan "fireflies" tetap menjadi misteri yang menarik. Saat para seniman dan teknolog berusaha mencapai hasil yang lebih realistis dan memukau secara visual, memahami penyebab dan solusi untuk "fireflies" menjadi sangat penting. Dengan meningkatkan jumlah sampel, memanfaatkan teknik denoising, menyekat nilai, dan menyempurnakan pencahayaan dan penyusunan adegan, kita dapat menjinakkan artefak yang menyebalkan ini dan menghidupkan dunia digital kita tanpa mengorbankan kualitas atau efisiensi. Saat teknologi semakin maju, mungkin akan datang hari ketika "fireflies" hanya menjadi kenangan yang jauh, dan CGI akan melangkah lebih jauh lagi menuju realisme yang tak tertandingi. Sampai saat itu, mari kita sambut tantangan ini sebagai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dalam pencarian kreatif kita.


24 views0 comments
bottom of page